Pelatihan Vocal Point Region Kalimantan dan Bali Memperkuat Perlindungan Sehat Populasi Kunci dan ODHA dari Penularan MPV dan Infeksi Menular Seksual Bali 6-8 Juni 2024.

Mengawali program Yayasan Harapan Taheta ditahun 2024 ini yang mendapat dukungan kepercayaan kedua kalinya dari Gilead Inc memberikan sememangat bagi Komunitas Marginal di Seluruh Kalimantan dan termasuk Bali sebagai tambahan lokasi Baru dengan tajuk program “Healthy Protection for Key Population and PLHIV against MPV Transmission in Kalimantan Regional and Bali Island”. Sejak Mei 2022, jumlah kasus Virus Monkey Pox (MPV) yang dikonfirmasi terus meningkat, yang mengarah pada deklarasi MPV sebagai darurat kesehatan masyarakat global oleh Organisasi Kesehatan Dunia pada bulan Juli. Di Gilead menyadari urgensi untuk mengatasi wabah MPV yang berkembang. WHO menyatakan MPV sebagai darurat kesehatan masyarakat global pada 23 Juli 2022. Ada lebih dari 22.480 kasus di 79 negara, terutama menyerang pria yang berhubungan seks dengan pria (LSL). Di AS saja, ada lebih dari 7.100 kasus yang dikonfirmasi di 44 negara bagian, Washington D.C. dan Puerto Rico. Data menunjukkan bahwa mayoritas orang yang didiagnosis dengan MPV adalah laki-laki gay atau biseksual dan 41% juga hidup dengan HIV. Kegiatan diawali dengan  pertemuan “Pelatihan Vocal Point Region Kalimantan dan Bali Memperkuat Perlindungan Sehat Populasi Kunci dan ODHA dari Penularan MPV dan Infeksi Menular Seksual” yang dilaksanakan di Hotel Famous, Kuta-Bali dari tanggal 6-8 Juni 2024. Pertemuan di hari dari perwakilan Komunitas serta lembaga mitra yang peduli dengan Kelompok Dukungan Sebaya (KDS) ODHIV di seluruh Kalimantan dan Bali. Dalam pertemuan Pelatihan tersebut banyak sharing materi, berbagi pengalaman dalam pendampingi ODHIV serta materi dalam memperkuat menjadi Vocal Point untuk menjalankan program nantinya yang difasilitasi langsung langsung oleh tim dari Yayasan Harapan Taheta (YHT) bersama Yayasan Spirit Paramacita (YSP) yang kompetent dan ekspert di Bidang Komunitas Kesehatan. Selain itu partisipan mendapat ilmu baru khususnya mengenai penyebaran Monkey Pox Virus (MPV) yang dibawakan khusus oleh dokter yang kompeten dibidangnya sebagai pemateri yaitu Dr. dr. I Made Susila Utama Sp.PD-KPTI FINASIM dari Divisi Penyakit Tropik Infeksi RSU Prof Ngoerah Denpasar. Adapun Tujuan dari pertemuan ini yaitu: (1) memiliki wawasan baru mengenai MPV dan Infeksi Menular Seksual (IMS) yang berpotensi lebih banyak menyerang komunitas gay, biseksual, dan pekerja seks dan terutama orang dengan HIV serta;  (2) sebagai elemen informasi (vocal point) tentang bahaya MPV dan IMS. Adapun hasil pada pertemuan pelatihan tersebut: (1) memperkuat menjadi vocal point region kalimantan dan bali untuk memberikan perlindungan sehat bagi populasi kunci dan ODHIV; (2) teridentifikasi kelompok populasi kunci yang menjadi target pemutusan mata rantai penyebaran MPV dan IMS.

Similar Posts